Menjadi Intelektual Yang Ulama.

Penguatan Madrasah Al-Azhar, MAN 23 Dukung Sistem Nasional dan Pengembangan Kelembagaan

Jakarta Selatan — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, menegaskan pentingnya penguatan sistem dan kelembagaan Madrasah Al-Azhar agar mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Program Ke-Al-Azhar-an yang digelar di Ruang Audiensi, Kamis (5/2/2026).

Adib menekankan bahwa pengembangan Madrasah Al-Azhar harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Menurutnya, pengelolaan madrasah tidak lagi dapat berjalan secara informal, melainkan memerlukan sistem yang terstruktur, sistematis, dan memiliki arah jangka panjang yang jelas.

Ia juga menyampaikan bahwa Madrasah Al-Azhar telah memiliki jenjang pendidikan yang relatif lengkap, mulai dari MIN, MTs, hingga MA, serta didukung oleh sarana dan prasarana yang terus mengalami peningkatan. Potensi ini dinilai sebagai modal kuat untuk mengembangkan madrasah berstandar nasional bahkan internasional.

Sebagai tindak lanjut rapat, disepakati pembentukan Tim Pengembangan Madrasah Al-Azhar yang melibatkan unsur internal dan tokoh terkait. Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, M.A. ditunjuk sebagai penasihat tim. Tim ini akan bertugas menyusun roadmap pengembangan, konsep kelembagaan, serta memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat.

Dalam arahannya, Adib juga menegaskan bahwa Madrasah Al-Azhar tidak diposisikan sebagai Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), melainkan sebagai madrasah berstandar internasional berbasis kerja sama dengan Al-Azhar, sehingga diperlukan standarisasi terpadu pada aspek manajemen, pendidik, serta sarana dan prasarana dari jenjang dasar hingga menengah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala MAN 23 Al-Azhar Asy-Syarif Jakarta Selatan, Wido Prayoga, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan penguatan sistem madrasah, termasuk penerapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Nasional. Menurutnya, SPMB nasional menjadi instrumen penting untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, dan kualitas input peserta didik.

“MAN 23 Al-Azhar Asy-Syarif sangat mendukung kebijakan SPMB Nasional sebagai bagian dari penataan sistem pendidikan madrasah yang lebih profesional. Kami juga bersyukur karena Komite Madrasah turut memberikan dukungan penuh dalam penguatan kelembagaan dan peningkatan mutu layanan pendidikan,” ujar Wido Prayoga.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, M.A., Prof. Dr. Hamka Hasan, Lc., M.A., Kepala MAN 23 Jakarta, Kepala MTsN 41 Jakarta, Kepala MIN 14 Jakarta, serta jajaran Tim Kerja Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DKI Jakarta.

Dengan dukungan pemerintah pusat, sinergi madrasah, serta peran aktif komite, penguatan Madrasah Al-Azhar diharapkan mampu melahirkan lulusan yang unggul dalam keilmuan, kokoh dalam keislaman, dan memiliki daya saing global.

Leave a Reply