Jakarta — Sebanyak 22 Kepala Madrasah di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya pada Selasa (3/2/2026) di Aula Jayakarta. Salah satu yang dilantik adalah Haniah Mase, Lc., M.A., sebagai Kepala MAN 23 Al-Azhar Asy-Syarif Jakarta Selatan.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Adib. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kepala madrasah tidak cukup hanya memiliki legitimasi formal melalui surat keputusan (SK), tetapi harus terus meningkatkan kualitas kepemimpinan hingga mencapai level tertinggi demi kemajuan pendidikan madrasah.
Menurut Adib, setiap aparatur sipil negara (ASN) mengemban tiga fungsi utama, yakni sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Ketiga fungsi tersebut harus diwujudkan secara nyata dalam kepemimpinan di madrasah, termasuk dalam pengelolaan pendidikan yang profesional, pelayanan yang responsif, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama.
Ia juga menguraikan konsep lima level kepemimpinan sebagai panduan bagi para kepala madrasah yang baru dilantik. Level pertama bertumpu pada legitimasi formal, level kedua pada kompetensi, level ketiga pada kontribusi nyata bagi lembaga, level keempat pada kemampuan membina dan melahirkan pemimpin baru, hingga level kelima sebagai puncak kepemimpinan yang berpengaruh dan berkarisma kuat. “Jangan berhenti di level satu atau dua. Naiklah ke level tiga, bahkan empat,” tegasnya.
Menindaklanjuti pelantikan tersebut, civitas akademika MAN 23 Al-Azhar Asy-Syarif Jakarta Selatan menyampaikan ucapan selamat datang dan dukungan penuh kepada Haniah Mase dalam mengemban amanah kepemimpinan. Kehadiran beliau diharapkan mampu membawa semangat baru dalam penguatan program akademik, pengembangan karakter peserta didik, serta peningkatan mutu madrasah menuju standar yang lebih unggul dan berdaya saing global.
MAN 23 Al-Azhar Asy-Syarif Jakarta Selatan berkomitmen mendukung penuh arah kebijakan Kementerian Agama dengan semangat “Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia.” Dengan sinergi seluruh guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orang tua, kepemimpinan baru ini diharapkan mampu mengantarkan madrasah semakin berprestasi dan berkontribusi nyata bagi pendidikan Islam di Indonesia.

